Suarakan Potensi dan Kearifan Lokal, Tim Warsi Latih Warga Desa Long Pujungan Menjadi Jurnalis Kampu
Melalui pelatihan jurnalisme warga, masyarakat di perbatasan Kabupaten Malinau kini dibekali keterampilan menulis agar potensi desa dan suara lokal dapat didengar oleh dunia luar.

Keterangan Gambar : Pelatihan Jurnalisme Warga
MALINAU — Kamis, 24/09/2026. Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) Warsi bersama tim pendamping kembali memperluas gerakan literasi dan pendampingan masyarakat adat dengan menggelar Pelatihan Jurnalisme Warga di Desa Long Pujungan, Kecamatan Pujungan, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara.
Pelatihan yang bertempatkan di Kantor Desa Long Pujungan ini diikuti dengan antusias oleh puluhan peserta yang terdiri dari Kecamatan, Aparat Desa, BPD, LPM, RT, Tokoh pemuda serta perwakilan perempuan desa. Kegiatan ini dirancang untuk membekali warga agar mampu mendokumentasikan serta menyebarluaskan berita, potensi sumber daya hingga berbagai persoalan di kampung halaman mereka melalui tulisan maupun media digital.
Mengangkat Potensi Lokal dari Sudut Pandang Warga Asli
Baca Lainnya :
- Sekda Malinau Buka Secara Resmi Konferensi GKII ke-X Se-Daerah Pujungan dan Bahau0
- Pujungan Harmoni Cup 2026 Resmi Bergulir, Semangat Sportivitas Membara0
- Tembus Sungai, Camat Pujungan Gas Monitoring LKPPDes dan Cek Progres MBG di Long Paliran0
Selama
ini, informasi mengenai kehidupan masyarakat di wilayah pedalaman dan
perbatasan sering kali luput dari sorotan media arus utama. Melalui program
jurnalisme warga ini, Tim Warsi ingin mengubah paradigma tersebut dengan
menjadikan masyarakat setempat sebagai subjek atau penulis utama dari cerita di
daerahnya sendiri.
Dalam
sesi pelatihan, para peserta mendapatkan materi dasar jurnalistik. Selain teori
di dalam ruangan, peserta juga langsung mempraktikkan cara menulis berita
singkat dan reportase lapangan.
Harapan
ke Depan bagi Desa Long Pujungan
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan lahir para jurnalis warga baru di perbatasan Malinau yang aktif membagikan informasi positif. Hasil tulisan atau dokumentasi warga nantinya tidak hanya menjadi sarana promosi potensi desa, tetapi juga wadah kontrol sosial serta jembatan penghubung antara masyarakat desa dengan dunia luar maupun pihak pemerintah
