Tembus Sungai, Camat Pujungan Gas Monitoring LKPPDes dan Cek Progres MBG di Long Paliran
Pastikan LKPPDes tertib dan program MBG berjalan tepat sasaran di Long Paliran

Keterangan Gambar : Monitoring LKPPDes dan Tinjau Progres MBG di Long Paliran
PUJUNGAN – Camat Kecamatan Pujungan bersama jajaran perangkat kecamatan melaksanakan kegiatan monitoring Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Pemerintah Desa (LKPPDes) serta peninjauan progres program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Long Paliran, Selasa (23/2/2026).

(Foto bersama setelah kegiatan LKPPDes)
Baca Lainnya :
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Camat Pujungan beserta staf kecamatan dan unsur pendamping desa. Monitoring dilakukan sebagai bagian dari fungsi pembinaan dan pengawasan pemerintah kecamatan terhadap penyelenggaraan pemerintahan desa.
Adapun agenda utama kunjungan ini adalah memastikan penyusunan dan pelaporan LKPPDes berjalan sesuai ketentuan yang berlaku, sekaligus meninjau secara langsung progres pelaksanaan program MBG di Desa Long Paliran.
Rombongan kecamatan bertolak menuju Desa Long Paliran melalui akses transportasi air menggunakan perahu ketinting. Perjalanan sungai tersebut menjadi satu-satunya jalur utama yang dapat ditempuh untuk mencapai desa dimaksud.
Dalam kegiatan monitoring, pihak kecamatan melakukan evaluasi administrasi dan berdiskusi dengan pemerintah desa terkait realisasi program serta kendala yang dihadapi di lapangan. Sementara pada peninjauan program MBG, rombongan memastikan pelaksanaan kegiatan berjalan sesuai rencana dan tepat sasaran bagi masyarakat.
Camat Pujungan menyampaikan bahwa monitoring ini bertujuan untuk meningkatkan akuntabilitas pemerintah desa serta memastikan seluruh program, termasuk MBG, dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat Desa Long Paliran.

Kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh sinergi antara pemerintah kecamatan dan pemerintah desa. Sebagai bentuk apresiasi dan penghormatan, di akhir kegiatan Pemerintah Desa Long Paliran menyerahkan cinderamata kepada rombongan Kecamatan Pujungan, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan komitmen membangun desa secara kolaboratif.
